Minggu, Agustus 16, 2026

Menuju Muswil PPSKS Jabodetabek, Mel Sofyan Dorong Organisasi Lebih Solid dan Bermanfaat

JAKARTA, INTELKRIMSUS — Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah Payuang Panji Suku Koto Sedunia (DPW PPSKS) Jabodetabek yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026, evaluasi kepengurusan serta arah organisasi periode mendatang mulai menjadi perhatian keluarga besar Suku Koto.

Salah seorang keluarga besar pasukuan Koto, Mel Sofyan, menilai Muswil harus menjadi momentum konsolidasi dan penguatan kelembagaan, bukan sekadar forum pergantian kepengurusan. Capaian yang telah dibangun perlu dipertahankan, sementara kekurangan menjadi bahan evaluasi untuk membawa organisasi semakin tertata dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

Mel Sofyan mengapresiasi kepengurusan DPW PPSKS Jabodetabek di bawah kepemimpinan Anton Wijaya Koto bersama seluruh jajaran pengurus. Menurutnya, kepengurusan periode berjalan mampu menjaga soliditas sekaligus melakukan konsolidasi dengan menghimpun niniak mamak, bundo kanduang, dan anak kemenakan Suku Koto dalam satu wadah organisasi.

“Fondasi yang sudah dibangun merupakan modal penting. Jika masih ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi untuk disempurnakan, bukan alasan untuk mengabaikan capaian yang sudah ada,” ujar Mel Sofyan.

Menurut dia, pengalaman, capaian, dan kemampuan menjaga konsolidasi pada periode berjalan layak menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah kepengurusan selanjutnya. Meski demikian, keputusan mengenai kepemimpinan harus tetap diserahkan kepada mekanisme organisasi dan kedaulatan forum Muswil.

Ia mengingatkan agar pergantian kepengurusan tidak memutus kesinambungan program. Program yang dinilai baik perlu dilanjutkan dan dikembangkan, sementara hal-hal yang belum terlaksana harus menjadi pekerjaan bersama pada periode berikutnya.

Mel Sofyan menyebut penataan administrasi dan tata kelola, pembaruan database anggota, serta perluasan keanggotaan sebagai sejumlah agenda yang perlu mendapat perhatian. Keluarga besar Suku Koto yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi perlu terus dirangkul agar kekuatan organisasi semakin luas.

Database anggota yang tertata, kata dia, juga dapat menjadi instrumen untuk memetakan potensi sekaligus kebutuhan keluarga besar Suku Koto. Pemetaan tersebut dapat mencakup kondisi sosial anggota, pendidikan generasi muda, profesi, hingga potensi usaha yang dapat dikembangkan melalui jejaring organisasi.

“Organisasi tidak cukup hanya menjadi tempat bersilaturahmi. Kehadirannya harus dirasakan anggota, baik ketika menghadapi persoalan sosial, membutuhkan perhatian pendidikan, maupun dalam membangun peluang ekonomi,” katanya.

Karena itu, ia mendorong kepengurusan mendatang menyusun program sosial, pendidikan, dan ekonomi secara konkret dan terukur. Di sektor ekonomi, jaringan pengusaha, pelaku UMKM dan profesional dari keluarga besar Suku Koto dinilai memiliki potensi untuk dipertemukan dalam ruang kolaborasi yang produktif.

Sementara dalam bidang pendidikan, organisasi dapat memperkuat perhatian terhadap anak kemenakan melalui penyebaran informasi pendidikan, pengembangan kapasitas, hingga membuka jaringan yang dapat membantu generasi muda memperoleh kesempatan lebih luas.

Mel Sofyan juga menyoroti pentingnya sistem pendanaan yang sehat dan transparan. Menurutnya, keberlanjutan program harus ditopang tata kelola keuangan yang tertib, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.

Transparansi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan keluarga besar sekaligus mendorong PPSKS berkembang sebagai organisasi adat dan kekeluargaan yang semakin profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar keberadaannya.

Ia berharap Muswil Desember 2026 dapat berlangsung dengan semangat musyawarah, mufakat dan kekeluargaan. Perbedaan pandangan maupun pilihan kepemimpinan harus ditempatkan sebagai dinamika yang sehat serta tidak mengganggu persatuan keluarga besar Suku Koto.

“Yang sudah baik kita lanjutkan, yang masih kurang kita perbaiki, dan yang belum terlaksana kita wujudkan. Muswil harus menjadi momentum untuk membawa DPW PPSKS Jabodetabek semakin solid, tertib, mandiri, dan bermanfaat bagi seluruh keluarga besar Suku Koto,” pungkas Mel Sofyan. (**)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments