Kamis, September 24, 2026

Peduli Bencana Galodo Arosuka, Kajati Sumbar Dedie Tri Haryadi, S.H., M.H.: Bersama Kita Kuat

INTELKRIMSUS – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana galodo dan banjir bandang di Kabupaten Solok terus mengalir dari berbagai unsur. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat, Dedie Tri Haryadi, S.H., M.H., turun langsung meninjau kondisi masyarakat terdampak di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (23/9/2026).

Kehadiran Kajati Sumbar bersama jajaran Kejati Sumbar tidak sekadar meninjau kondisi lapangan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian institusi Kejaksaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa tanggap darurat. Dedie melihat langsung kondisi warga, pengungsi, relawan serta kebutuhan yang masih diperlukan dalam penanganan bencana.

Dalam kunjungan tersebut, Kejati Sumbar menyerahkan bantuan kebutuhan pangan berupa sekitar 1,5 ton beras, bahan makanan dan lauk-pauk. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak dan pengungsi, sekaligus mendukung para relawan yang setiap hari berada di lapangan membantu proses penanganan bencana.

Selain menyalurkan bantuan, Kejati Sumbar juga mendirikan Posko Kejaksaan Peduli Bencana Solok serta dapur umum. Posko tersebut menjadi bagian dari dukungan Kejaksaan dalam membantu penanganan kondisi darurat sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Solok dan berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Kami datang ke sini untuk membantu meringankan korban-korban yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Solok,” ujar Dedie. Menurutnya, dalam situasi bencana, kebutuhan pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipastikan ketersediaannya.

Dedie menegaskan, penanganan bencana tidak mungkin dilakukan oleh satu institusi saja. Pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, Kejaksaan, relawan, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat harus bergerak bersama sesuai peran masing-masing.

“Bersama kita kuat,” menjadi pesan utama Kajati Sumbar dalam kunjungannya. Semangat tersebut menggambarkan pentingnya gotong royong dan kepedulian seluruh elemen dalam menghadapi dampak bencana yang menimpa masyarakat Kabupaten Solok.

Kejati Sumbar juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Solok dan instansi terkait agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sosial, khususnya dalam pengelolaan bantuan dan operasional dapur umum, sehingga dukungan dari berbagai pihak dapat saling melengkapi dan tidak terjadi tumpang tindih.

“Apabila nanti Dinsos ada kekurangan, kami siap untuk membantu kekurangan tersebut,” kata Dedie. Ia memastikan dukungan Kejati Sumbar tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal, tetapi akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Insya Allah sampai tanggap darurat selesai. Kami akan tetap peduli dengan keadaan dan kondisi relawan dan warga masyarakat di Kabupaten Solok,” ujarnya. Dedie berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan relawan yang berada dalam situasi sulit.

Kehadiran Kejati Sumbar melalui posko dan dapur umum juga menunjukkan keterlibatan institusi Kejaksaan dalam aksi kemanusiaan di tengah kondisi darurat. Dukungan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Penanganan bencana galodo dan banjir bandang di Kabupaten Solok hingga kini terus dilakukan secara bersama oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, Kejaksaan, relawan, tenaga kesehatan dan berbagai unsur lainnya. Di tengah masa sulit tersebut, semangat gotong royong dan pesan “Bersama Kita Kuat” menjadi pengingat bahwa masyarakat Kabupaten Solok tidak menghadapi bencana ini seorang diri.

#Ex-Adhiyaksa

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments