Sabtu, Agustus 8, 2026

Bupati Jon Firman Pandu Dorong SANG JUARA, Menanam Budaya Menabung dari Ruang Kelas

INTELKRIMSUS   –   Puluhan tangan terangkat hampir bersamaan. Disebuah ruang kelas SMP Negeri 4 Lembang Jaya, Jumat (7/8/2026), para siswa tampak antusias ketika diajak berbicara tentang sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki makna panjang: menabung.

Bagi sebagian anak, menabung mungkin hanya berarti menyisihkan uang jajan. Namun hari itu, kebiasaan sederhana tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari langkah mempersiapkan masa depan.

Semangat itu terlihat ketika para siswa mengangkat buku tabungan mereka. Wajah-wajah penuh antusias memenuhi ruangan. Mereka bukan sekadar mengikuti sebuah kegiatan, tetapi sedang diperkenalkan pada cara sederhana untuk belajar mengelola uang sejak usia sekolah.

Dibalik suasana tersebut terdapat program SANG JUARA (Satu Anak Nagari, Satu Juara), gerakan literasi keuangan pelajar yang didorong Pemerintah Kabupaten Solok. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar Bupati Solok Jon Firman Pandu dalam membangun kebiasaan positif generasi muda dari lingkungan sekolah.

Bagi Jon Firman Pandu, menabung tidak semata-mata berbicara tentang berapa rupiah yang berhasil dikumpulkan seorang anak. Lebih dari itu, terdapat nilai disiplin, kesabaran, tanggung jawab dan kemampuan membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Solok membuka ruang kolaborasi dengan lembaga perbankan. Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Solok turut digandeng untuk memperkuat pelaksanaan SANG JUARA di SMPN 4 Lembang Jaya, sekaligus mendekatkan literasi keuangan dengan kehidupan nyata para pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Elafki, S.Pd., MM, ikut membakar semangat para siswa. Ia mendorong agar kebiasaan menabung tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi budaya yang dilakukan secara rutin oleh peserta didik.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Tissa Hellidhya Vicelly Meriska, S.T., melihat sinergi antara pemerintah, sekolah dan perbankan sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Literasi keuangan akan lebih mudah dipahami ketika anak-anak mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola tabungan.

Dari ruang kelas itu, SANG JUARA membawa pesan sederhana: masa depan tidak selalu dibangun melalui langkah besar. Terkadang ia dimulai dari kebiasaan kecil menyisihkan uang jajan, mencatat tabungan dan belajar menahan keinginan untuk sesuatu yang lebih penting.

Sebab, ketika seorang anak mulai belajar menabung, yang sesungguhnya sedang dibangun bukan hanya saldo dalam sebuah rekening. Yang sedang ditanam adalah karakter.

Dan dari tangan-tangan kecil yang hari itu terangkat membawa buku tabungan, Pemerintah Kabupaten Solok berharap lahir sebuah kebiasaan baru: generasi yang sejak dini mengenal arti disiplin, mandiri dalam mengelola keuangan dan berani merencanakan masa depan.

SANG JUARA akhirnya bukan sekadar program menabung. Ia adalah cerita tentang bagaimana sebuah kebiasaan kecil dari ruang kelas di nagari dipersiapkan menjadi bekal besar bagi generasi Kabupaten Solok di masa depan.

#Can

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments