Sabtu, Juli 18, 2026

Truk Operasional Diduga Milik Peternakan Ayam Nyaris Terjun ke Jurang, Warga Desak Pemkab Solok Evaluasi Akses Jalan dan Kepatuhan Perizinan

Truk Operasional Diduga Milik Peternakan Ayam Nyaris Terjun ke Jurang, Warga Desak Pemkab Solok Evaluasi Akses Jalan dan Kepatuhan Perizinan

INTELJEKIMSUS.COM  — Kabupaten Solok 17 Juli 2026  – Suara Investigasi News.com Kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas sebuah peternakan ayam di Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, kembali mencuat setelah sebuah truk operasional yang diduga berkaitan dengan aktivitas peternakan tersebut nyaris terjun ke jurang saat melintasi akses menuju lokasi kandang.

Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu menjadi perhatian warga sekitar karena dinilai menunjukkan adanya potensi risiko keselamatan pada jalur operasional yang digunakan kendaraan bertonase besar.

Berdasarkan dokumentasi yang diterima Suara Investigasi News.com, sebuah truk berwarna kuning bermuatan keranjang ayam tampak berada dalam posisi membahayakan, dengan bagian roda depan keluar dari badan jalan dan kendaraan menggantung di bibir tebing. Beruntung, kendaraan tersebut tidak sampai terperosok ke jurang sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.

Insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan infrastruktur jalan yang digunakan sebagai akses keluar-masuk kendaraan pengangkut pakan, logistik, maupun hasil produksi peternakan.

“Kalau kendaraan sampai hampir masuk jurang, berarti kondisi jalannya patut dievaluasi. Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah terjadi kecelakaan yang menelan korban,” ujar salah seorang warga.

Selain persoalan keselamatan akses jalan, masyarakat kembali menyampaikan keluhan mengenai dampak lingkungan yang menurut mereka telah berlangsung cukup lama. Warga mengaku kerap terganggu oleh bau menyengat yang diduga berasal dari limbah peternakan serta meningkatnya populasi lalat, terutama saat proses panen maupun pembongkaran ayam.

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Solok melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operasional peternakan dimaksud. Evaluasi diharapkan melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, serta instansi teknis lainnya sesuai kewenangannya.

Pemeriksaan yang diminta masyarakat tidak hanya mencakup aspek administratif berupa kelengkapan perizinan usaha dan dokumen lingkungan, tetapi juga meliputi sistem pengelolaan limbah, kesesuaian lokasi usaha dengan ketentuan tata ruang, analisis dampak terhadap masyarakat sekitar, serta kelayakan akses jalan yang digunakan kendaraan operasional.

Secara normatif, setiap kegiatan usaha peternakan wajib memenuhi persyaratan administratif, teknis, lingkungan, dan keselamatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk memastikan aktivitas usaha tidak menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat, kerusakan lingkungan, maupun risiko keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap kegiatan investasi atau usaha peternakan. Sebaliknya, warga berharap seluruh kegiatan usaha dijalankan secara bertanggung jawab dengan memenuhi seluruh ketentuan hukum, memperhatikan aspek lingkungan hidup, serta mengutamakan keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Suara Investigasi News.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pemilik atau pengelola peternakan, Pemerintah Nagari Cupak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Solok, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, serta instansi terkait lainnya guna memperoleh penjelasan dan tanggapan resmi. Apabila telah diterima, tanggapan tersebut akan dimuat sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai dengan prinsip jurnalistik.

Tim : investigasi

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments