Selasa, Agustus 25, 2026

Perilaku Memalukan! Mengaku Pecinta Alam, Tapi Buang Sampah Plastik di Jalur Pendakian Hingga Titik Camp Area

INTELKRIMSUS – Perilaku sejumlah pendaki yang meninggalkan sampah plastik di kawasan Gunung Talang, Kabupaten Solok, menjadi sorotan. Sampah tidak hanya ditemukan di sepanjang jalur pendakian, tetapi juga terlihat hingga titik camp area yang menjadi lokasi para pendaki beristirahat dan mendirikan tenda.

Kondisi tersebut terlihat pasca meningkatnya aktivitas pendakian dalam rangka libur dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Botol air mineral, kemasan makanan, kantong plastik dan berbagai sampah bawaan pendaki ditemukan berserakan di sejumlah titik.

Ironisnya, sebagian pengunjung mengaku sebagai pecinta alam. Namun, kebiasaan meninggalkan sampah justru memperlihatkan perilaku yang bertolak belakang dengan prinsip dasar kecintaan terhadap lingkungan.

Sampah plastik Dijalur pendakian

Keberadaan sampah di jalur pendakian hingga camp area bukan hanya merusak pemandangan dan kenyamanan pendaki lainnya, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu ekosistem kawasan pegunungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok, Asnur, MM., mengingatkan seluruh pendaki dan wisatawan agar memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan kawasan yang dikunjungi.

Kalau kita mengaku mencintai alam, tentu salah satu bentuknya adalah menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di kawasan yang kita kunjungi,” demikian pandangan Asnur, (Selasa, 25/8/2026)

Ia menegaskan, sampah yang dibawa menuju kawasan pendakian merupakan tanggung jawab masing-masing pendaki.

Sampah yang dibawa naik harus dibawa turun kembali. Jangan sampai kawasan yang memiliki keindahan alam justru tercemar akibat perilaku kita sendiri,” ujarnya.

Asnur juga mengajak komunitas pecinta alam, Pokdarwis, pengelola kawasan serta para pendaki untuk membangun budaya “bawa pulang sampahmu.” Edukasi dan pengawasan di jalur pendakian dinilai perlu diperkuat untuk mencegah perilaku membuang sampah sembarangan.

Gunung bukan tempat untuk meninggalkan sampah. Camp area bukan tempat pembuangan sampah. Setiap pendaki memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kawasan tetap bersih agar dapat dinikmati generasi berikutnya.

Sebab, pecinta alam sejati tidak hanya mampu mencapai puncak, tetapi juga mampu membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkannya.

Naik membawa bekal, turun membawa sampah. Jangan tinggalkan apa pun selain jejak, dan jangan ambil apa pun selain kenangan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments