Senin, Agustus 31, 2026

Pemuda Lembah Gumanti Borong 4 Medali NEIRA 3 Yogyakarta, Bawa Inovasi Digital Pariwisata “SMART TOUR SOLOK” ke Panggung Nasional

INTELKRIMSUS – Inovasi generasi muda Kabupaten Solok kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Joni Saputra, pemuda asal Nagari Air Dingin Kecamatan Lembah Gumanti, berhasil memborong empat medali, terdiri dari satu Medali Perak (Silver Medal) dan tiga Medali Perunggu (Bronze Medal) pada ajang NEIRA 3 (National Empowerment, Innovation, Research and Art 3) yang berlangsung di Yogyakarta, 29–30 Agustus 2026.

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, UIN Sultan Syarif Kasim Riau tersebut mengusung karya “SMART TOUR SOLOK: Transformasi Digital Pariwisata Melalui Smart Governance, Integrated Platform, dan Sustainable Tourism Management di Kawasan Kabupaten Solok Guna Optimalisasi Pariwisata.” Karya tersebut dipresentasikan dalam kategori Essay Presentation dan menawarkan pendekatan berbasis teknologi digital dalam pengembangan ekosistem pariwisata daerah.

Konsep SMART TOUR SOLOK dirancang sebagai inovasi transformasi digital yang mengintegrasikan informasi destinasi, promosi wisata, tata kelola pemerintahan, pelaku usaha dan kebutuhan wisatawan dalam sebuah platform terpadu. Pendekatan tersebut menempatkan teknologi informasi bukan hanya sebagai instrumen promosi, tetapi sebagai infrastruktur digital untuk meningkatkan efisiensi, konektivitas, aksesibilitas dan kualitas tata kelola pariwisata.

Secara konseptual, inovasi ini mengadopsi prinsip smart governance dan sustainable tourism management, sehingga pengembangan destinasi tidak semata berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal serta ketersediaan informasi yang akurat dan mudah diakses.

Menariknya, inovasi tersebut lahir dari mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab. Latar belakang keilmuan yang berbeda justru memperlihatkan pentingnya interdisiplinerasi pengetahuan, ketika teknologi digital, tata kelola publik dan sektor pariwisata dikolaborasikan untuk menghasilkan solusi inovatif bagi persoalan pembangunan daerah.

NEIRA 3 yang diselenggarakan Suntoso Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Budaya Hutan dan Universitas Gadjah Mada diikuti sekitar 30 perguruan tinggi dengan lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Di tengah kompetisi nasional tersebut, capaian empat medali yang diraih Joni menjadi indikator bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu memperoleh ruang dan apresiasi di tingkat nasional.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan, M.Si. Ia menilai gagasan Joni memiliki nilai strategis sebagai inovasi promosi pariwisata yang perlu mendapatkan dukungan dan dikembangkan lebih lanjut.

Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih ananda Joni. Prestasi tersebut tentu menjadi sebuah inovasi promosi pariwisata yang mesti kita suport,” ujar Marcos. Ia menambahkan, ke depan Disparbud Kabupaten Solok akan membangun kerja sama untuk menyempurnakan aplikasi yang digagas Joni dan segera mengusulkannya dalam Rencana Anggaran Kegiatan (RKA) Disparbud.

Dari Lembah Gumanti hingga panggung nasional Yogyakarta, Joni menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari gagasan anak daerah. Empat medali yang diraihnya bukan hanya capaian personal, tetapi menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku industri pariwisata dan masyarakat dalam mengembangkan SMART TOUR SOLOK sebagai ekosistem digital pariwisata yang inovatif, terintegrasi, inklusif dan berkelanjutan.

#JPSquad

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments