INTELKRIMSUS – Perjalanan HAPKIDO di Sumatera Barat menjadi salah satu kisah perkembangan olahraga bela diri yang tumbuh cepat dalam satu dekade terakhir. Dari komunitas kecil dengan fasilitas terbatas, Hapkido kini berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga Asia. Di balik perkembangan tersebut, nama Yon Deri Karata menjadi salah satu figur sentral yang konsisten membangun pondasi organisasi dan pembinaan atlet di Ranah Minang.
Hapkido sendiri merupakan seni bela diri asal Korea Selatan yang menggabungkan teknik tendangan, bantingan, kuncian, pertahanan diri, dan pengendalian tenaga tubuh. Di Indonesia, perkembangan Hapkido mulai terlihat setelah terbentuknya organisasi Hapkido Indonesia yang aktif menggelar seminar nasional, pembinaan pelatih, dan kejuaraan di berbagai daerah. Dari perkembangan nasional inilah, Sumatera Barat mulai mengenal Hapkido sebagai cabang olahraga baru yang memiliki potensi besar.
Awal perkembangan Hapkido di Sumatera Barat bermula pada tahun 2014 ketika Bambang Satria mengikuti Seminar Nasional Hapkido Indonesia di Yogyakarta. Sepulang dari kegiatan tersebut, ia mulai memperkenalkan Hapkido ke sejumlah daerah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Lima Puluh Kota. Meski masih sebatas pengenalan, langkah itu menjadi pondasi awal lahirnya komunitas Hapkido di Sumatera Barat.
Perkembangan tersebut kemudian semakin kuat saat seminar pertama Hapkido Sumatera Barat digelar pada 14-15 Januari 2017 di Kota Padang yang dimotori Rolef Leogustri. Seminar itu menghadirkan Founder Hapkido Indonesia, Master Vincentius “Yoyok” Suryadi, dan menjadi momentum penting karena mulai memperkenalkan Hapkido secara lebih luas kepada masyarakat serta melahirkan semangat pembentukan dojang-dojang baru di Sumatera Barat.
Dari momentum itulah, Yon Deri Karata mengambil langkah besar dengan mendirikan dojang pertama Hapkido Sumatera Barat bernama Koto Basaga Hapkido Club pada 1 Februari 2017 di Kota Padang. Kehadiran dojang tersebut menjadi titik awal pembinaan atlet Hapkido Sumbar secara lebih terarah sekaligus menjadi pusat lahirnya kader-kader baru Hapkido di daerah.
Lahir di Solok pada 28 April 1976, Yon Deri Karata dikenal memiliki dedikasi panjang dalam dunia bela diri. Ketertarikannya terhadap Taekwondo, Kumdo, dan Hapkido membuatnya aktif tidak hanya sebagai atlet dan pelatih, tetapi juga sebagai penggerak organisasi olahraga. Konsistensi itu kemudian menjadikannya salah satu tokoh penting dalam perkembangan Hapkido Sumatera Barat.
Peran tersebut terus berkembang seiring meluasnya pembinaan Hapkido di berbagai daerah. Saat ini, Yon Deri Karata menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Daerah Hapkido Indonesia Sumatera Barat serta Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi, Pengumpulan dan Pengolahan Data KONI Kota Solok masa bakti 2026-2030. Ia juga dikenal sebagai Founder Hapkido Sumbar, Head Leader Hapkido Sumbar, Pelatih Kepala Hapkido Sumbar, sekaligus pemegang sabuk hitam tertinggi di Sumbar dengan tingkatan DAN 3 WHMAF.
Tidak hanya fokus membangun organisasi, Yon Deri Karata juga aktif memperkuat kualitas sumber daya manusia Hapkido Sumbar. Dengan lisensi aktif sebagai Pelatih Nasional, Wasit Nasional, dan Wasit Internasional Hapkido Indonesia, ia turut membina lahirnya pelatih, atlet, serta perangkat pertandingan di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Dari pembinaan yang konsisten tersebut, Hapkido Sumbar terus berkembang ke berbagai wilayah seperti Padang, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Sawahlunto, Pasaman Barat, hingga Pariaman. Perkembangan itu juga mendorong terbentuknya 17 pengurus cabang kabupaten dan kota yang memperkuat posisi Hapkido sebagai salah satu cabang olahraga bela diri yang berkembang pesat di Sumatera Barat.
Kemajuan organisasi tersebut kemudian berbanding lurus dengan peningkatan prestasi atlet. Hapkido Sumbar mulai mencatat berbagai capaian di tingkat nasional, mulai dari medali Kejurnas, keberhasilan meraih emas di PON Papua 2021, hingga prestasi internasional pada Kejuaraan Asia WHMAF Hongkong 2024. Prestasi itu menjadi bukti bahwa pembinaan yang dibangun sejak awal mulai menunjukkan hasil nyata.
Selain prestasi atlet, keberhasilan Sumatera Barat menjadi tuan rumah Kejurnas V Hapkido Indonesia tahun 2022 di Kota Padang juga menjadi tonggak penting dalam sejarah Hapkido Sumbar. Ajang tersebut tidak hanya memperlihatkan kemampuan Sumbar sebagai penyelenggara event nasional, tetapi juga menegaskan posisi Hapkido Sumbar sebagai salah satu pusat pembinaan Hapkido di Indonesia.
Kini, perjalanan Hapkido Sumatera Barat menjadi bukti bahwa semangat pengabdian, disiplin, dan pembinaan yang konsisten mampu melahirkan organisasi olahraga yang terus berkembang. Di balik perjalanan itu, nama Yon Deri Karata tetap menjadi bagian penting dalam sejarah kebangkitan Hapkido di Ranah Minang, dari dojang pertama hingga membawa nama Sumatera Barat tampil di panggung Asia.
